Sumbardaily.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Salah satu langkah yang ditempuh yakni meminta dukungan Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk menyempurnakan aplikasi Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi atau Sapilin.
Permintaan dukungan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, dalam koordinasi dan konsultasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos RI, Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Arry diterima langsung Direktur Jenderal Linjamsos Kemensos RI Prof Agus Zainal Arifin, bersama sejumlah anggota Tim Pokja di lingkungan Ditjen Linjamsos.
Arry mengatakan pembahasan tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga menyangkut penguatan sistem data kebencanaan yang dapat mendukung penanganan bencana secara terintegrasi.
"Dalam pertemuan ini, kami berkoordinasi dan berkonsultasi seputar kesiapsiagaan dan penanggulangan kebencanaan, sekaligus mengajukan permintaan dukungan atas penyempurnaan aplikasi Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi atau yang kita singkat dengan Sapilin," kata Sekda Sumbar, dikutip Senin (28/9/2026).
Menurut Arry, kebutuhan terhadap sistem data yang terintegrasi menjadi penting karena Sumatera Barat memiliki potensi menghadapi berbagai jenis bencana. Dalam pemaparannya kepada Kemensos, Sumbar disebut sebagai daerah "Supermarket Bencana" karena berbagai ancaman bencana berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Kondisi itu membuat ketersediaan data kebencanaan yang terintegrasi dinilai dibutuhkan untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Pemprov Sumbar sebenarnya telah memiliki dashboard data kebencanaan terintegrasi.