Melalui pendekatan audio visual, pemberitaan mengenai bencana diharapkan tidak hanya hadir ketika peristiwa terjadi.
Dokumentasi pasca bencana juga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memahami risiko, mengenali ancaman, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.
Strategi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat Sumatera Barat terhadap ancaman krisis iklim dan bencana hidrometeorologi.
"Penyajian dokumentasi pasca bencana yang kaya visual dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan," katanya.
Selain agenda utama berupa musyawarah dan pemilihan pengurus baru, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung. Salah satunya adalah talkshow penanganan kebencanaan dan pasca bencana hidrometeorologi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembahasan mengenai persoalan kebencanaan sekaligus peran jurnalis televisi dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pemangku kebijakan lingkungan, dan masyarakat terdampak.
Panitia juga merencanakan pemberian anugerah kepada tokoh atau lembaga inspiratif serta jurnalis kebencanaan. Rangkaian acara akan dilengkapi malam hiburan yang menampilkan kesenian tradisional Minangkabau.
Pada Minggu (25/10/2026) pagi, peserta dijadwalkan mengikuti jalan sehat bersama menuju Bukit Gado-gado di Kota Padang.