SMRC Ungkap Persepsi Ekonomi Memburuk, Warga yang Menilai Buruk Naik Jadi 50,8 Persen

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:08 WIB
Ilustrasi Resesi Ekonomi (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Resesi Ekonomi (Foto: Pixabay)


Sumbardaily.com – Penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional menunjukkan perubahan signifikan. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat, proporsi warga yang menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk atau sangat buruk meningkat dari 22,7 persen pada November 2025 menjadi 50,8 persen pada Oktober 2026.





Sebaliknya, jumlah responden yang menilai kondisi ekonomi nasional baik atau sangat baik mengalami penurunan. Pada November 2025, angkanya mencapai 40 persen, tetapi pada Oktober 2026 menyusut menjadi 17,4 persen.





Perubahan persepsi tersebut tidak hanya terjadi pada sektor ekonomi. Penilaian masyarakat terhadap kondisi politik nasional dan penegakan hukum juga menunjukkan peningkatan persepsi negatif.





Temuan ini merupakan bagian dari survei SMRC bertajuk “Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo”. Survei terbaru dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026. Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan hasilnya melalui kanal YouTube SMRC TV, pada Jumat (16/10/2026).





Dalam siaran pers yang dikutip pada Sabtu (17/10/2026), Deni menjelaskan bahwa penilaian masyarakat terhadap situasi politik nasional turut mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.





“Untuk kondisi politik nasional, yang menilai buruk atau sangat buruk naik dari 23 persen menjadi 44.1 persen, sementara yang menilai baik atau sangat baik turun dari 35.8 persen menjadi 17.6 persen,” jelas Deni.





Data tersebut memperlihatkan bahwa proporsi responden yang memberikan penilaian negatif terhadap kondisi politik meningkat dari 23 persen menjadi 44,1 persen. Sementara itu, penilaian positif turun dari 35,8 persen menjadi 17,6 persen.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X