Cegah Galodo dan Longsor, Solok Selatan Tanam 1.000 Bibit Pohon

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:08 WIB
Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dipusatkan di SMA Negeri 9 Solok Selatan pada Rabu (14/10/2026). Aksi penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat. (Foto: Pemkab Solsel)
Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dipusatkan di SMA Negeri 9 Solok Selatan pada Rabu (14/10/2026). Aksi penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat. (Foto: Pemkab Solsel)


Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menanam 1.000 bibit pohon produktif dan tanaman kehutanan sebagai upaya memperbaiki kondisi lingkungan serta meningkatkan kualitas tutupan lahan.





Langkah ini dilakukan di tengah ancaman bencana hidrometeorologi, seperti galodo atau banjir bandang dan tanah longsor, yang berulang kali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.





Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dipusatkan di SMA Negeri 9 Solok Selatan pada Rabu (14/10/2026). Aksi penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat.





Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dengan melibatkan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KKPHP). Sebanyak 1.000 bibit yang ditanam dan disalurkan terdiri atas alpukat, durian, manggis, kayu manis, dan kayu surian.





Bantuan bibit diberikan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Macang Badadu di Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau. Kelompok tersebut merupakan binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Solok Selatan. Bibit juga diberikan kepada SMA Negeri 9 Solok Selatan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.





Bupati Solok Selatan yang diwakili Staf Ahli Bupati Indra Zuardi mengatakan pemilihan lingkungan sekolah menjadi salah satu lokasi penghijauan bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, pelestarian lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga bagian dari edukasi yang berkelanjutan.





Dalam sambutan yang dibacakannya, Indra turut mengingatkan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan Solok dan sekitarnya pada tahun ini. Bencana serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada akhir 2025. Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan kerusakan fasilitas publik.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X