Sumbardaily.com - Perayaan Idul Adha selalu membawa berkah tersendiri bagi masyarakat, salah satunya melalui pembagian daging kurban berupa sapi atau kambing secara gratis. Fenomena ini membuat menu makanan di rumah-rumah warga dipastikan bakal didominasi oleh hidangan berbahan dasar daging segar selama sepekan ke depan.
Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tidak sembarangan dalam mengonsumsi komoditas protein tersebut demi menjaga kondisi tubuh tetap fit.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Kesehatan setempat mengeluarkan imbauan resmi agar warga lebih bijak dan tidak berlebihan saat menyantap hidangan berbahan dasar daging. Langkah antisipasi ini dinilai penting karena lonjakan konsumsi yang tidak terkontrol berpotensi memicu berbagai masalah pada tubuh manusia.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Lidia Febrina, menjelaskan bahwa momen hari raya keagamaan ini memang membuat ketersediaan pasokan daging sapi maupun kambing melonjak drastis di lingkungan tempat tinggal warga. Oleh sebab itu, tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi kesehatan pribadi harus ditingkatkan secara mandiri.
"Saat Idul Adha, ketersediaan daging sapi atau kambing meningkat di tengah masyarakat, karena itu warga mesti lebih waspada akan kesehatan," kata Lidia Febrina, dikutip Kamis (28/5/2026).
Secara medis, bahan pangan ini sebenarnya memiliki nilai gizi yang sangat baik karena menjadi sumber protein hewani, zat besi, hingga vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
Namun, manfaat optimal tersebut justru bisa berubah menjadi bumerang berupa gangguan kesehatan apabila masyarakat mengonsumsinya dalam jumlah yang melewati batas wajar serta menerapkan metode memasak yang keliru.