Padang Pariaman Percepat Pemulihan Pertanian, Tanam Serentak Digelar di Tanah Taban

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 14 Mei 2026 | 16:26 WIB
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar kegiatan tanam serentak di kawasan persawahan Tanah Taban, Rabu (13/5/2026), sebagai langkah percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi.  (Foto: Pemkab Padang Pariaman)
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar kegiatan tanam serentak di kawasan persawahan Tanah Taban, Rabu (13/5/2026), sebagai langkah percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)


Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar kegiatan tanam serentak di kawasan persawahan Tanah Taban, Rabu (13/5/2026), sebagai langkah percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi.





Kegiatan tersebut menjadi penanda keberhasilan daerah itu menyelesaikan rehabilitasi lahan sawah terdampak dalam waktu 23 hari, lebih cepat dari target satu bulan yang diberikan Kementerian Pertanian RI.





Kegiatan tanam serentak itu dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Republik Indonesia Dr. Teddy Dirhamsyah yang mewakili Menteri Pertanian RI, Bupati John Kenedy Azis, unsur Forkopimda, Kepala BRMP Kementerian Pertanian Wilayah Sumbar, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, hingga jajaran kepala perangkat daerah.





Dalam sambutannya, John Kenedy Azis mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian di Padang Pariaman. Berdasarkan data pemerintah daerah, total lahan sawah terdampak mencapai 1.263,4 hektare.





Dari jumlah tersebut, sebanyak 446 hektare mengalami rusak ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare lahan sawah hilang akibat terbawa arus sungai hingga kini berubah menjadi badan sungai.





Selain lahan sawah, kerusakan juga terjadi pada area pertanian jagung. Total lahan jagung terdampak tercatat mencapai 570,35 hektare. Rinciannya, 382,6 hektare mengalami rusak ringan, 71 hektare rusak sedang, 112,5 hektare rusak berat, serta 4,3 hektare lahan hilang.





Menurut John Kenedy Azis, pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian telah berhasil menyelesaikan penanganan seluruh sawah kategori rusak ringan melalui program optimalisasi lahan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X