"Tentunya kami melihat ini sangat disayangkan wasit dan seluruh jajaran VAR semuanya di mana banyak melakukan kesalahan-kesalahan atau foul yang dilakukan Argentina tidak mendapatkan peringatan atau kartu dari wasit, inilah yang sangat kami sesalkan," ucapnya.
Selain itu, ia mempertanyakan keputusan wasit yang menganulir gol Mesir. Menurutnya, jarak antara dugaan pelanggaran dengan proses terjadinya gol terlalu jauh sehingga keputusan tersebut memicu perdebatan.
"Dan juga gol yang dibuat Mesir dan dianulir wasit ini sangat disayangkan, karena jaraknya terlalu jauh antara pelanggaran dan gol yang tercipta," ungkapnya.
Kontroversi itu, lanjutnya, tidak hanya menjadi perhatian dirinya, tetapi juga memicu banyak komentar dari masyarakat pecinta sepak bola. Ia menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada pertandingan mendatang.
"Hal ini membuat banyak orang sudah berkomentar dan sangat menyayangkan kejadian ini, sehingga perlu dievaluasi lagi ke depannya," harap Levi.
Lebih jauh, Levi berharap FIFA dapat memberikan respons yang tegas terhadap berbagai dugaan yang berkembang.
Menurutnya, badan sepak bola dunia tersebut perlu membuktikan bahwa tidak ada pengaturan pertandingan sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik.
"Kami berharap FIFA bisa bertindak tegas, bisa menepis dugaan-dugaan yang muncul atau menjadi perbincangan di masyarakat dunia bahwa sudah ada permainan yang diatur oleh FIFA maupun wasit."