Uji Mental Hadapi Karakter Timur Tengah
Menurut Erick, Lebanon sebagai wakil Timur Tengah merupakan lawan yang tepat untuk menguji karakter Timnas Indonesia. Laga ini dinilai menjadi simulasi yang baik sebelum menghadapi tim-tim dari kawasan yang sama di babak kualifikasi.
“Para pemain harus belajar menghadapi karakter permainan Timur Tengah yang sering kita temui saat bertanding di Bahrain, Qatar, atau Arab Saudi. Terutama bagi pemain yang baru bergabung, penting memiliki awareness agar tidak mudah terpancing oleh gaya permainan mereka,” ujar Erick.
Uji coba ini menjadi kesempatan penting bagi Patrick Kluivert untuk menilai kesiapan pemain, baik dari segi teknik maupun mental. Hasil imbang ini dianggap lebih dari sekadar skor, tetapi bagian dari proses membentuk identitas permainan yang lebih stabil.
Bela Sungkawa untuk Suporter
Di luar jalannya pertandingan, Erick juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu anggota Ultras Garuda, Djalu Ariel Fristianto, saat mendukung Timnas.
“Tadi saya mendapat kabar duka itu di tengah pertandingan. Saya haturkan rasa bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum. Insya Allah, saya akan langsung menengok bersama Pemda Jawa Timur dan juga pengprov Surabaya ke keluarga almarhum,” ucapnya.
Dengan hasil imbang ini, Timnas Indonesia dinilai semakin matang dalam mempersiapkan diri menghadapi laga resmi. Konsistensi formasi, mental yang lebih kuat, serta pengalaman menghadapi karakter permainan Timur Tengah diharapkan menjadi bekal penting menuju kualifikasi Piala Dunia 2026. (red)