Timnas Indonesia Imbangi Lebanon, Rotasi Pemain Jadi Strategi Kluivert

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 9 September 2025 | 09:52 WIB
Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 saat menghadapi Lebanon dalam laga uji coba FIFA MatchDay di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). (Foto: PSSI)
Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 saat menghadapi Lebanon dalam laga uji coba FIFA MatchDay di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). (Foto: PSSI)


Sumbardaily.com, Padang – Tim Nasional Indonesia senior kembali menunjukkan perkembangan positif meski hanya bermain imbang 0-0 saat menghadapi Lebanon dalam laga uji coba FIFA MatchDay di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025).





Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menilai pertandingan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun konsistensi formasi, mental bertanding, dan kepercayaan diri tim jelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan berlangsung Oktober mendatang di Arab Saudi.





“Timnas mampu menekan Lebanon sepanjang pertandingan. Ini menunjukkan formasi yang diterapkan pelatih Patrick Kluivert mulai konsisten, baik saat melawan China Taipei maupun Lebanon. Konsistensi ini penting untuk membentuk identitas permainan yang solid,” kata Erick seusai laga yang disaksikan lebih dari 30 ribu penonton.





Rotasi Pemain Jadi Strategi





Dalam laga tersebut, hampir seluruh pemain diturunkan. Hal ini memberi ruang bagi pelatih untuk mengevaluasi performa sekaligus memperluas opsi taktik. Erick menilai rotasi tersebut sebagai langkah strategis menghadapi pertandingan krusial mendatang.





“Dengan banyaknya pemain yang diturunkan, pelatih kini memiliki beragam pilihan untuk starting eleven. Persaingan antar pemain juga akan semakin kompetitif dan sehat,” tambahnya.





Sederet wajah baru seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra dipercaya untuk memperkuat lini depan. Keduanya bergantian menebar ancaman ke pertahanan Lebanon, terutama Miliano yang kerap menjadi momok barisan belakang lawan.





Dari lini tengah, Stefano Lilipaly turut aktif menciptakan peluang, termasuk pada menit ke-35 dan menit ke-57 melalui tendangan melengkung yang tipis melayang di atas mistar. Namun hingga peluit panjang berbunyi, gawang Lebanon tetap sulit ditembus karena rapatnya pertahanan mereka.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Terpopuler

X