"Permainan KIM ini sebenarnya sarat dengan pengetahuan karena di dalam permainan itu ada informasi-informasi, ada literasi, ada edukasi, ada peristiwa-peristiwa sejarah dan lain-lain yang dimainkan secara menarik dengan musik," paparnya.
Wadah Pemersatu Perantau Minang
Turnamen Golf IKM 2025 ini menandai tonggak penting bagi organisasi IKM yang kini telah berkembang hampir di seluruh Indonesia.
Fadli Zon mengapresiasi perkembangan tersebut sebagai bentuk nyata semangat persatuan masyarakat Minang di perantauan.
"Ini baru pertama kali saya kira didirikan, menyatukan seluruh warga minang yang ada di perantauan khususnya dari Aceh sampai Papua, dan hampir sekarang ini terbentuk di seluruh provinsi sudah lebih dari 30 provinsi dan sebagian besar kabupaten, kota bahkan sudah ke tingkat kecamatan," ujar Fadli.
Menurut Fadli, IKM tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi tetapi juga sebagai jaringan yang memungkinkan para perantau Minang untuk saling mengenal, bekerjasama, dan membangun networking yang kuat.
Lebih dari itu, IKM juga berkomitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar di manapun mereka berada.