"Ini juga bukan hanya olahraga, tapi juga ajang silaturahmi, bisa berkumpul, bisa saling tukar informasi. Saya rasa ini merupakan momen atau olahraga yang pas untuk kita adakan," katanya.
Salah satu daya tarik utama turnamen ini adalah penampilan Kesenian Irama Minang (KIM) yang berhasil memukau para peserta.
KIM sebagai warisan budaya Minangkabau menambah nilai kultural pada acara tersebut dan menjadi magnet bagi para perantau Minang untuk berpartisipasi.
"KIM merupakan tradisi Minang, di mana biasanya setiap ada acara, orang Minang itu ada bikin acara kesenian Minang itu. KIM ini merupakan suatu budaya yang harus kita lestarikan. Jadi itu yang bisa menjadi daya tarik bagi seluruh peserta," tambah Levi.
Dukungan Menteri Kebudayaan
Kehadiran Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, semakin memeriahkan turnamen tersebut.
Fadli menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan yang dinilainya sangat positif karena mengintegrasikan elemen olahraga dengan pelestarian budaya.
"Kegiatan ini adalah kegiatan tentu saja yang sangat positif, dan kami sangat mendukung karena juga ditambah dengan beberapa kegiatan budaya khususnya dalam hal ini ada permainan-permainan budaya yang merupakan juga warisan budaya dari ranah minang seperti KIM," ungkap Fadli Zon di lokasi yang sama.
Menteri Kebudayaan juga menekankan nilai edukasi dan pelestarian pengetahuan yang terkandung dalam KIM.