Selain menjadi tempat yang berkaitan dengan kehidupan pribadi Mohammad Hatta, vila tersebut juga memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi lokasi Hatta bekerja. Dari tempat itu, sejumlah gagasan besar disebut lahir dan turut memberikan warna terhadap fondasi perjalanan bangsa Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi alasan Kementerian Kebudayaan mendorong percepatan perubahan status Vila Bung Hatta dari Cagar Budaya Kabupaten menjadi Cagar Budaya Nasional.
“Di wilayah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Di wilayah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Budaya Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Budaya Nasional,” kata Fadli Zon.
Upaya menaikkan status Vila Bung Hatta tidak hanya berkaitan dengan pelestarian bangunan. Pemerintah juga melihat keberadaan situs tersebut sebagai bagian dari potensi pengembangan wisata sejarah dan budaya di kawasan Puncak.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Fadli Zon juga mendatangi Vila Riung Gunung. Menteri Kebudayaan menilai wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya.
Cisarua tidak hanya menawarkan bentang alam yang asri, tetapi juga menyimpan sejumlah situs bersejarah. Keberadaan Vila Riung Gunung menjadi salah satu aset yang dinilai dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.
Untuk mempercepat pemanfaatan potensi tersebut, Menteri Kebudayaan mendorong Vila Riung Gunung agar dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya.
Menurut Fadli, kawasan Puncak memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi dengan beragam jenis wisata. Selain wisata sejarah dan budaya, kawasan tersebut juga dapat dikembangkan sebagai destinasi kuliner serta berbagai bentuk wisata lainnya.