budaya

Peneliti Unand Kembangkan Antibiotik Alternatif dari Rumput Laut untuk Atasi Luka Diabetes

Selasa, 21 Juli 2026 | 12:05 WIB
Universitas Andalas (UNAND) kembali menghadirkan inovasi di bidang kesehatan melalui pengembangan nanomaterial berbasis rumput laut lokal yang berpotensi menjadi antibiotik alternatif sekaligus terapi penyembuhan luka diabetes. (Foto: Unand)



"Resistensi antibiotik merupakan tantangan global yang membutuhkan pendekatan baru dalam pengembangan terapi. Melalui pemanfaatan rumput laut Caulerpa lentillifera, kami berhasil menghasilkan nanomaterial multifungsi yang tidak hanya memiliki aktivitas antibakteri, tetapi juga menunjukkan potensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetik. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan biomaterial medis yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan berbasis sumber daya hayati Indonesia," ujar Prof. Yetria dilansir Selasa (21/7/2026).





Menurutnya, penggunaan rumput laut Caulerpa lentillifera sebagai bahan utama juga memberikan manfaat lain, yakni meningkatkan nilai tambah komoditas kelautan Indonesia. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat pengembangan teknologi kesehatan nasional dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di dalam negeri.





Selain itu, inovasi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Pemanfaatan sumber daya alam lokal juga dipandang mampu meningkatkan daya saing hasil riset nasional sekaligus membuka peluang pengembangan biomaterial medis berbasis potensi hayati Indonesia.





Prof. Yetria mengungkapkan bahwa nanomaterial YZA memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kesehatan pada masa mendatang. Potensi pemanfaatannya mencakup bahan aktif balutan luka modern, gel penyembuh luka diabetes, pelapis alat kesehatan yang memiliki sifat antimikroba, hingga bahan baku antibiotik generasi baru berbasis nanoteknologi.





Meski menawarkan hasil yang menjanjikan, penelitian tersebut masih berada pada tahap praklinis. Oleh sebab itu, pengembangan selanjutnya masih membutuhkan serangkaian penelitian lanjutan guna memastikan keamanan dan efektivitas material sebelum dapat digunakan secara luas.





Tahapan berikutnya meliputi pengujian keamanan, efektivitas, hingga uji klinis agar produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar penggunaan pada manusia.





"Inovasi ini masih berada pada tahap penelitian praklinis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan agar keamanan dan efektivitasnya benar-benar dapat dipastikan sebelum dikembangkan menjadi produk kesehatan yang siap digunakan masyarakat," tutupnya. (*)


Halaman:

Tags

Terkini