Sumbardaily.com – Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik 2026 resmi dimulai dengan pelaksanaan prosesi Maambiak Tanah yang berlangsung bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah atau Selasa (16/6/2026). Tradisi yang menjadi penanda dimulainya seluruh tahapan Tabuik tersebut kembali menghadirkan nilai budaya, filosofi, dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kota Pariaman.
Prosesi Maambiak Tanah menjadi salah satu tahapan paling penting dalam tradisi Tabuik. Ritual ini tidak hanya menandai dimulainya rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut, tetapi juga mengandung makna mendalam yang berkaitan dengan asal-usul kehidupan manusia.
Pelaksanaan Maambiak Tanah dilakukan di dua lokasi berbeda sesuai dengan tradisi yang berlaku. Untuk Tabuik Subarang, pengambilan tanah dilakukan di aliran Sungai Batang Piaman yang berada di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah. Sementara itu, Tabuik Pasa melaksanakan prosesi serupa di aliran sungai kecil yang berada di Kelurahan Alai Galombang, juga di Kecamatan Pariaman Tengah.
Dalam prosesi tersebut, para anak Tabuik mengambil tanah langsung dari dasar sungai dengan cara menyelam. Seluruh tubuh peserta masuk ke dalam air untuk mengambil tanah yang berada di dasar sungai. Tanah yang berhasil diambil kemudian dimasukkan ke dalam belangga, dibungkus menggunakan kain putih, dan ditempatkan di atas baki khusus.
Setelah proses pengambilan selesai, tanah yang telah dibungkus tersebut diarak menuju rumah tabuik masing-masing. Arak-arakan berlangsung dengan iringan obor atau lentera yang dibawa oleh anak Tabuik. Selanjutnya, tanah tersebut ditempatkan di Daraga yang telah dipersiapkan di masing-masing rumah tabuik sebagai bagian dari tahapan tradisi yang harus dilaksanakan.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut menyampaikan bahwa Maambiak Tanah merupakan tahapan pertama dari seluruh rangkaian Pesona Hoyak Tabuik 2026.
Ia mengatakan pelaksanaan Maambiak Tanah oleh anak Tabuik Subarang di Desa Pauh Timur berlangsung lancar. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan prosesi Maambiak Tanah yang dilakukan anak Tabuik Pasa di Kelurahan Alai Galombang.