budaya

Nagari Maek, Negeri Seribu Menhir di Sumbar yang Menarik Perhatian Peneliti Internasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 20:37 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau Situs Menhir Bawah Parit, di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Kamis (28/5/2026). (Foto: Humas Pemprov Sumbar)



Menurut Mahyeldi, keberadaan ratusan menhir tersebut menjadi petunjuk penting yang menunjukkan bahwa masyarakat yang pernah mendiami kawasan Maek telah memiliki kehidupan sosial dan budaya yang berkembang sejak ribuan tahun sebelum masehi.





Ia menjelaskan bahwa berbagai temuan yang ada di kawasan tersebut memperlihatkan adanya pola kehidupan masyarakat yang terorganisasi. Hal itu terlihat dari keberadaan kelompok menhir, pandam pekuburan, hingga ukiran yang ditemukan pada sejumlah batu menhir.





"Ini membuktikan bahwa masyarakat di Maek sejak ribuan tahun sebelum masehi sudah memiliki budaya. Mereka hidup berkelompok, memiliki pandam pekuburan, serta ukiran-ukiran pada menhir yang menunjukkan adanya peradaban," katanya.





Mahyeldi menegaskan bahwa Situs Menhir Maek merupakan warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi Sumbar maupun Indonesia. Karena itu, keberadaan situs tersebut perlu terus mendapatkan perhatian melalui berbagai penelitian ilmiah agar fakta-fakta sejarah yang masih tersimpan dapat terungkap lebih luas.





Menurutnya, ketertarikan terhadap situs menhir Maek tidak hanya datang dari kalangan akademisi dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian dari berbagai pihak di tingkat internasional.





Ia mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya telah bertemu dengan tokoh Malaysia, Rais Yatim, yang menunjukkan minat besar terhadap situs tersebut. Ketertarikan itu terutama berkaitan dengan tulisan maupun ukiran yang terdapat pada sejumlah menhir yang dinilai menyimpan banyak informasi penting mengenai kehidupan masyarakat masa lalu.





"Saya datang ke sini karena sebelumnya sudah bertemu dengan Rais Yatim dari Malaysia. Beliau sangat tertarik karena tulisan-tulisan dan ukiran pada menhir ini merupakan sesuatu yang harus dibaca dan diteliti lebih dalam," ungkap Mahyeldi.





Lebih lanjut, Mahyeldi menyampaikan bahwa pada Oktober mendatang direncanakan akan hadir peneliti dari Australia untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap kawasan Situs Menhir Maek. Kehadiran peneliti tersebut diharapkan dapat membuka pemahaman baru mengenai nilai sejarah, budaya, dan peradaban yang tersimpan di kawasan itu.

Halaman:

Tags

Terkini