Ia menilai kegiatan penampilan seni dan budaya memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pariwisata Kota Padang.
Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan itu juga dianggap sebagai sarana melatih kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.
Menurut Yeni, panggung seni budaya tersebut sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang yang bertujuan memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan pengalaman wisata.
Melihat besarnya antusiasme pengunjung, Dinas Pariwisata Kota Padang berencana mengembangkan konsep acara dengan menggabungkan sektor wisata dan ekonomi kreatif melalui pelibatan pelaku UMKM lokal.
“Ke depannya kita akan mencoba menggabungkan dengan kegiatan kuliner. Jadi di samping ada kegiatan wisata, kita gabungkan dengan UMKM-UMKM yang ada,” jelasnya.
Pengembangan konsep tersebut diharapkan membuat pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga dapat berbelanja produk lokal di kawasan Kota Tua Padang.
“Kita akan tata dengan penonton melihat dan juga belanja di situ akan meningkatkan UMKM sehingga Gastronomy City Kota Padang akan terwujud,” tambah Yeni.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari siswa SD Negeri 21 Sungai Bangek. Sekolah yang berada di kawasan pinggiran Kota Padang itu mengirimkan delegasi terbaik untuk tampil membawakan berbagai tarian dari beragam budaya.