Sebanyak 56 anak dari sekitar sekretariat terlibat setelah mengikuti kelas silek, seni rupa, musik, tari, teater, hingga menulis kreatif. Kegiatan ini mencakup pertunjukan siswa, pameran karya, serta peluncuran buku fiksi karya peserta.
Selama tujuh hari pelaksanaan, berbagai komunitas seni turut berpartisipasi, antara lain Bandar Kertas Buram, Sanggar Museum Parang Sintuak, Komunitas Kiraiku Nan Jombang, Obe jo Gogo, dan Komunitas Laguna Nusantara.
Agenda tambahan meliputi tur dan diskusi pameran Silotigo, pelatihan kriya berbahan limbah, peluncuran lagu Kelana, serta pemutaran film.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 7 Februari 2026 dengan pembukaan KRNT #10, pertunjukan Sanggar Museum Parang Sintuak dan Bandar Kertas Buram, serta tur pameran Silotigo. Pada 8–12 Februari, kegiatan diisi live painting, tur pameran, pelatihan kriya limbah, dan pemutaran film.
13 Februari menghadirkan pembukaan gelar karya Kelana Akhir Pekan beserta pertunjukan kelas musik, tari anak, dan silek. Sementara 14 Februari menjadi penutup dengan berbagai pertunjukan seni, termasuk Obe jo Gogo, tari remaja, Komunitas Kiraiku Nan Jombang, tari anak, Komunitas Laguna Nusantara, teater, serta penutupan resmi kegiatan.
Melalui pertemuan antara seni, masyarakat, dan ingatan terhadap galodo di Sumbar, Komunitas Seni Nan Tumpah menghadirkan ruang refleksi yang hidup di tengah wilayah yang akrab dengan banjir.
Seni tidak hanya menjadi ekspresi estetika, tetapi juga cara membaca perubahan lingkungan, merawat ingatan kolektif, dan memperkuat relasi sosial warga. (ril)