budaya

Gedung Abdullah Kamil Aktif Kembali, Fadli Zon Dorong Kebangkitan Kebudayaan Sumbar

Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:09 WIB
Peresmian kembali Gedung Abdullah Kamil dilakukan oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. (Foto: Akun X Fadli Zon)


Sumbardaily.com, Padang – Gedung Abdullah Kamil, ikon kebudayaan di Kota Padang yang sempat lama kehilangan fungsi akibat dampak gempa bumi, kini kembali diaktifkan sebagai pusat aktivitas seni dan pemikiran budaya di Sumatera Barat (Sumbar).





Berlokasi di Jalan Diponegoro, Kecamatan Padang Barat, gedung bersejarah tersebut resmi diresmikan kembali pada Jumat (23/1/2026), menandai kebangkitan ruang kebudayaan yang diharapkan menjadi poros penguatan identitas budaya Minangkabau.





Peresmian kembali Gedung Abdullah Kamil dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI1, Fadli Zon, menjadi penanda dimulainya kembali peran strategis gedung tersebut dalam ekosistem kebudayaan daerah, setelah bertahun-tahun tidak beroperasi optimal akibat kerusakan struktural yang ditimbulkan oleh rangkaian gempa bumi besar di Sumbar.





Fadli Zon menegaskan bahwa Gedung Abdullah Kamil memiliki posisi penting dalam peta kebudayaan nasional, khususnya di wilayah Sumbar. Meski proses revitalisasi fisik belum sepenuhnya rampung, pemerintah memutuskan untuk mengaktifkan kembali gedung tersebut agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.





Menurutnya, Gedung Abdullah Kamil tidak boleh dimaknai semata sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai ekosistem intelektual yang mampu menggerakkan kemajuan kebudayaan secara berkelanjutan.





“Kami berharap gedung ini kembali menjadi pusat budaya dan edukasi yang menggerakkan kemajuan kebudayaan secara komprehensif. Cakupannya luas, mulai dari pelestarian tradisi, riset mendalam, pengembangan seni pertunjukan, industri film, hingga menjadi laboratorium pemikiran kebudayaan,” ujar Fadli Zon.





Ia juga mendorong komunitas seni dan budaya di Kota Padang serta wilayah sekitarnya untuk memanfaatkan Gedung Abdullah Kamil sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin. Menurutnya, ruang budaya yang hidup harus terbuka bagi dialog, gagasan, dan kreativitas, terutama dalam menghadapi tantangan modernisasi dan arus globalisasi.


Halaman:

Tags

Terkini