budaya

INS Kayu Tanam Punya Museum Mohammad Syafei, Fadli Zon: Ini Ruang Gagasan yang Hidup

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:46 WIB
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meresmikan Museum Mohammad Syafei di INS Kayu Tanam. (Foto: Istimewa)



Bahkan, Fadli menyampaikan rencana untuk mengusulkan pemikiran Mohammad Syafei sebagai bagian dari Memory of the World, sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap kontribusi besar tokoh tersebut dalam sejarah pendidikan Indonesia.





Sejalan dengan pandangan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di tengah derasnya arus budaya asing pada era digital. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur.





Menurut Arry, Museum Mohammad Syafei memiliki fungsi strategis sebagai ruang penguatan jati diri dan karakter masyarakat. Kehadiran museum ini diharapkan mampu menjadi benteng nilai di tengah perubahan sosial yang cepat.





Sejumlah fungsi utama Museum Mohammad Syafei turut ditekankan dalam peresmian tersebut. Museum ini dirancang sebagai pusat literasi sejarah yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat.





Selain itu, museum berperan sebagai laboratorium karakter yang mewariskan nilai kemandirian, kreativitas, serta disiplin—nilai yang selama ini menjadi ciri khas sistem pendidikan INS Kayu Tanam.





Tak kalah penting, museum ini juga diarahkan untuk mengemas narasi sejarah dengan pendekatan yang lebih modern dan komunikatif, sehingga mampu menarik minat generasi milenial dan Generasi Z tanpa kehilangan substansi nilai sejarahnya.





Melalui Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap institusi pendidikan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran INS Kayu Tanam sebagai pusat peradaban yang berakar pada budaya, sekaligus adaptif terhadap perkembangan global.





Peresmian Museum Mohammad Syafei menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga warisan intelektual bangsa. Lebih dari itu, kehadiran museum ini menegaskan komitmen bersama untuk memastikan semangat pendidikan berbasis kemandirian tetap hidup dan relevan di Sumbar. (red)

Halaman:

Tags

Terkini