budaya

Batagak Penghulu, Tradisi Minangkabau yang Terus Hidup di Tengah Modernisasi

Minggu, 12 Oktober 2025 | 11:43 WIB
Prosesi Batagak Penghulu kembali digelar di Nagari Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (11/10/2025). (Foto: Kominfo Padang)



Ia berharap, dengan dikukuhkannya Fauzi Bahar sebagai Datuak Sati, akan semakin memperkuat peran ninik mamak dalam membina dan menegakkan nilai-nilai adat di tengah kehidupan masyarakat. “Beliau merupakan sosok panutan yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian adat dan pembinaan generasi muda agar tetap berpijak pada nilai ABS-SBK,” kata Fadly.





Fauzi Bahar Datuak Sati dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan, gelar penghulu bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga marwah kaum serta memperjuangkan nilai-nilai luhur Minangkabau.





“Sebagai penghulu, saya berkewajiban membimbing generasi muda agar tidak tergerus oleh pengaruh negatif zaman. Kita harus memastikan nilai adat, gotong royong, dan rasa hormat tetap hidup di tengah masyarakat modern,” ujar mantan Wali Kota Padang itu.





Bagi masyarakat Minangkabau, Batagak Penghulu memiliki makna yang dalam. Ia menandai lahirnya seorang pemimpin kaum yang tidak hanya bertanggung jawab secara sosial, tetapi juga spiritual. Melalui prosesi ini, nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap adat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.





Melalui kegiatan seperti ini, Pemerintah Kota Padang bersama masyarakat berupaya memperkuat eksistensi adat Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Prosesi Batagak Penghulu diharapkan menjadi inspirasi bagi nagari lain di Sumatera Barat untuk terus menghidupkan tradisi leluhur sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa. (red)


Halaman:

Tags

Terkini