"Kunjungan menteri menjadi peluang emas. Dengan adanya dukungan pusat, kita berharap museum ini tidak hanya menjadi ruang koleksi, tapi juga tempat edukasi yang hidup, terutama untuk generasi muda," ujar Vasko.
Ia juga mengapresiasi fasilitas pendukung seperti koneksi Wi-Fi gratis di area museum, yang diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan pelajar dan generasi muda untuk mengakses literasi budaya.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyatakan bahwa museum tersebut merupakan yang pertama sejak kota itu berdiri 23 tahun lalu. Museum ini dirancang sebagai ruang pelestarian, edukasi, dan promosi kebudayaan khas Kota Pariaman, terutama kebudayaan Tabuik yang telah dikenal secara nasional dan internasional.
"Ini merupakan kebanggaan sekaligus pencapaian penting bagi masyarakat Kota Pariaman. Museum ini menjadi rumah bagi koleksi artefak, pakaian adat, alat musik tradisional, hingga berbagai benda bersejarah yang mencerminkan identitas lokal," tutur Yota.
Lebih dari sekadar etalase artefak, museum ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan budaya, tempat pelatihan seni, dan galeri ekonomi kreatif. Di halaman Rumah Tabuik Pasa, berbagai sanggar seni lokal rutin menggelar latihan dan pertunjukan budaya yang memperkaya pengalaman pengunjung.
"Kami menyiapkan ruang galeri Ekraf sebagai bagian dari integrasi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan fasilitas yang representatif, kami yakin museum ini akan menjadi ruang publik yang dinamis," lanjutnya.
Yota juga berharap keberadaan museum ini dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan museum sebagai sumber kebanggaan dan referensi sejarah bersama.
Peresmian ini turut dihadiri oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ferry Arlian, serta Direktur Film, Musik, dan Seni, Syaifullah Agam, selain pejabat dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar dan DPRD Kota Pariaman. Jajaran Pemko Pariaman, LKAAM, dan Bundo Kanduang juga hadir menyemarakkan momen tersebut.