"Event ini juga menghidupkan pasar rakyat, karena bundo kanduang bisa memperkenalkan kuliner khas nagari masing-masing. Efeknya, roda ekonomi masyarakat ikut bergerak," kata Eka.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah nagari, panitia pelaksana, tokoh masyarakat, dan para perantau yang telah menyukseskan festival ini di tengah keterbatasan anggaran. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan program terbaru bertajuk "Tanah Datar Bersih" yang mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, turut mengapresiasi keberhasilan Festival Langgam Nagari Tanjung Alam. Ia menyebut acara ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah nagari, masyarakat, dan perantau.
"Kami di DPRD siap mendukung keberlanjutan SNSE. Insya Allah, tahun depan Festival Langgam Nagari bisa lebih meriah dan menjadi agenda tahunan yang membanggakan," kata Anton.
Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Alam, Kadiman Dt. Simarajo Nan Kayo, menegaskan bahwa Festival Langgam lahir dari semangat kolektif anak nagari yang ingin merawat dan memperkuat akar budayanya.
"Festival ini adalah ruang edukasi dan ekspresi budaya, khususnya bagi generasi muda. Tradisi Katidiang Saok yang kami hidupkan kembali menjadi simbol perlawanan terhadap lunturnya nilai-nilai adat dalam arus modernisasi," ungkapnya.
Festival Langgam Nagari Tanjung Alam akan berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (30/6/2025), dengan berbagai pertunjukan seni dan stan kuliner di pelataran Kantor Wali Nagari. Agenda ini diharapkan dapat terus menjadi ruang pelestarian warisan budaya serta memperkuat jati diri masyarakat Minangkabau. (red)