budaya

Perpaduan Budaya di Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025

Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:13 WIB
Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025 menjadi bukti kesuksesan Kota Padang dalam memadukan budaya lokal, teknologi, dan pengembangan ekonomi kreatif. (Foto: Dok Kominfo Padang)



Aspek ekonomi menjadi perhatian khusus dalam penyelenggaraan festival ini. Pemko Padang mengintegrasikan berbagai program unggulan seperti bazaar pasar ekraf, UMKM corner, dan pameran ekonomi kreatif.





Para pelaku usaha lokal mendapat kesempatan emas untuk memamerkan produk mereka, mulai dari kuliner tradisional hingga fashion kontemporer.





"Kami meyakini bahwa festival ini harus memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat. Ketika UMKM tumbuh dan wisatawan mendapatkan akses ke produk lokal berkualitas, tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan," tambah Andree.





Keunikan Festival Siti Nurbaya 2025 juga terletak pada integrasinya dengan perayaan Cap Go Meh. Sebagai kota multikultur, Padang membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan.





Atraksi barongsai, naga, Chinese tambur, drumband, arak-arakan sipasan, dan Chinese fashion festival menjadi magnet yang menarik wisatawan dari berbagai daerah.





"Padang bukan hanya kota dengan sejarah panjang, tapi juga pemimpin dalam toleransi dan inklusivitas. Harmonisasi budaya Minangkabau dan Tionghoa dalam festival ini adalah cermin kehidupan sehari-hari masyarakat kami," tegas Andree.





Pengakuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui inklusi festival ini dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) semakin memperkuat posisi Padang dalam peta pariwisata nasional.





Prestasi ini menjadi motivasi bagi Pemko Padang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini