berita

Sulaman Kapalo Samek Tembus Eropa, Perajin Didorong Perluas Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:05 WIB



Sulaman Kapalo Samek Dibawa ke Belgia, Belanda, dan Prancis





Langkah memperkenalkan Sulaman Kapalo Samek ke luar negeri dilakukan melalui sejumlah kegiatan. Pada awal Oktober 2026, sulaman khas Pasia Baru tampil dalam ajang Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Antwerp dan Brussels, Belgia. Dalam kegiatan tersebut, promosi Sulaman Kapalo Samek dilakukan melalui kolaborasi dengan desainer nasional Itang Yunasz.





Keikutsertaan dalam ICWB 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kerajinan Padang Pariaman kepada masyarakat internasional. Melalui ajang tersebut, Sulaman Kapalo Samek mendapat ruang untuk ditampilkan dalam kegiatan yang membawa karya kreatif Indonesia ke Eropa. Kolaborasi dengan desainer nasional juga menjadi salah satu langkah dalam memperluas pengenalan terhadap sulaman tradisional dari Pasia Baru.





Perjalanan promosi kemudian berlanjut ke Belanda. Karya Sulaman Kapalo Samek diserahkan kepada perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag dan Wereld Museum Rotterdam. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pengenalan warisan budaya Padang Pariaman kepada masyarakat internasional.





Promosi juga menjangkau Prancis melalui kunjungan ke KBRI Paris. Kunjungan itu dilakukan untuk menjajaki peluang memperkenalkan Sulaman Kapalo Samek dalam berbagai kegiatan dan pameran wastra. Rangkaian kegiatan di Belgia, Belanda, dan Prancis tersebut menjadi bagian dari langkah memperluas jangkauan promosi kerajinan khas Padang Pariaman di Eropa.





Upaya membawa produk daerah ke panggung internasional tidak berhenti pada menampilkan bentuk dan keindahan karya. Promosi juga memerlukan komunikasi, perluasan jejaring, serta kemampuan memperkenalkan cerita dan nilai budaya yang melekat pada setiap helai sulaman. Dengan demikian, masyarakat yang melihat produk tersebut tidak hanya mengenal hasil kerajinannya, tetapi juga warisan budaya yang menyertainya.





Bagi perajin Sulaman Kapalo Samek, rangkaian perjalanan itu menjadi pembelajaran bahwa karya yang selama ini dihasilkan di lingkungan sendiri memiliki peluang untuk diapresiasi oleh masyarakat dari negara dan latar budaya berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian untuk terus berkarya sekaligus melihat pemasaran sebagai bagian penting dari pengembangan usaha.





Perajin Didorong Meningkatkan Mutu dan Mengembangkan Desain





Dalam temu ramah di Korong Pasie Baru, Nita Christanti Azis mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan sulaman yang indah. Para perajin juga didorong untuk meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi hasil, mengembangkan desain, serta berani mengikuti kesempatan promosi dan pemasaran.





"Kualitas dan konsistensi menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pasar. Karya yang baik perlu disertai upaya menjaga mutu produk secara berkelanjutan, sementara pengembangan desain dapat membuka ruang bagi sulaman tradisional untuk menjangkau kebutuhan pasar yang lebih beragam," ujarnya dikutip Kamis (22/10/2026).

Halaman:

Tags

Terkini