berita

Pilwana Serentak 2026 di Pesisir Selatan, 89 Nagari Memilih dan 4 Ditunda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:09 WIB
Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berlangsung aman dan tertib pada Rabu (21/10/2026). (Foto: Pemkab Pessel)


Sumbardaily.com - Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berlangsung aman dan tertib pada Rabu (21/10/2026). Dari total 10 nagari di kecamatan tersebut, enam nagari menggelar pemungutan suara untuk menentukan pemimpin nagari periode 2026-2032.





Dikutip dari Pemkab Pesisir Selatan yang diunggah Kamis (22/10/2026), masyarakat mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) sejak pagi untuk menggunakan hak pilihnya. Proses pemungutan suara berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB di TPS yang telah disiapkan panitia di masing-masing nagari.





Enam nagari yang melaksanakan Pilwana Serentak 2026 di Kecamatan Ranah Pesisir yakni Nagari Pasie Pelangai, Nyiur Malambai Pelangai, Pelangai Kaciak, Pelangai Gadang, Koto VIII Pelangai, dan Sungai Liku Pelangai.





Pelaksanaan Pilwana menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan tim pemantauan. Camat Ranah Pesisir, Kapolsek Ranah Pesisir, serta Tim III yang dikoordinatori Asisten Bidang Administrasi Umum turut memantau jalannya pemungutan suara. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menjadi anggota Tim III tersebut.





Pemantauan dilakukan langsung di TPS 09 Nagari Sungai Liku Pelangai. Dari hasil pemantauan itu, pelaksanaan pemilihan dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif.





"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat Ranah Pesisir sangat tinggi. Sejak pagi pukul 08.00 WIB masyarakat sudah memadati TPS untuk menyalurkan hak pilihnya. Ini bukti kedewasaan demokrasi di tingkat nagari," ujar Camat Ranah Pesisir.





Pemantauan Dilakukan untuk Menjaga Proses Demokrasi





Selain memastikan situasi tetap kondusif, pemantauan dilakukan untuk mengawal tahapan pemilihan agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak kecamatan bersama Forkopimcam, TNI-Polri, serta Panitia Pemilihan Tingkat Kabupaten terus melakukan monitoring selama pelaksanaan Pilwana.


Halaman:

Tags

Terkini