Pengawasan tersebut bertujuan memastikan seluruh proses pemilihan berlangsung berdasarkan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil atau dikenal dengan istilah Luber Jurdil.
Keterlibatan berbagai unsur dalam pemantauan menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban selama masyarakat menentukan pilihan. Dengan demikian, warga dapat menggunakan hak pilihnya sesuai aturan tanpa mengganggu jalannya pemungutan suara.
Antusiasme masyarakat yang datang ke TPS sejak pagi juga menunjukkan partisipasi warga dalam menentukan pemimpin di tingkat nagari. Pilwana menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih sosok yang diharapkan mampu menjalankan pemerintahan nagari dan mendorong pembangunan sesuai kebutuhan setempat.
Warga Berharap Pembangunan Nagari Semakin Maju
Di tengah pelaksanaan Pilwana, warga turut menyampaikan harapan terhadap pemimpin yang nantinya terpilih. Salah satunya Syafrizal (45), warga Nagari Sungai Tunu, yang mengaku senang dapat berpartisipasi langsung dalam pemilihan wali nagari untuk masa jabatan 2026-2032.
Ia berharap pemimpin yang memperoleh kepercayaan masyarakat dapat membawa perubahan positif, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan akses komunikasi.
"Semoga Wali Nagari yang terpilih nanti bisa membawa kemajuan untuk nagari kami, terutama untuk pembangunan jalan usaha tani dan sinyal internet," harap Syafrizal.
Harapan tersebut menggambarkan sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian masyarakat di tingkat nagari. Pembangunan jalan usaha tani diharapkan mendukung aktivitas warga, sedangkan ketersediaan sinyal internet menjadi salah satu aspek yang diharapkan semakin baik.
Pemimpin nagari terpilih nantinya diharapkan dapat memperhatikan aspirasi masyarakat tersebut dalam menjalankan pemerintahan dan menentukan prioritas pembangunan selama masa jabatan enam tahun.