Ia berharap generasi muda menjadikan literasi sebagai bekal untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan daerah.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, Nurmatias, berharap peserta didik Perguruan Diniyyah Puteri dapat tumbuh menjadi generasi berkualitas yang mampu memberikan teladan dan berkontribusi bagi bangsa.
Ia juga menaruh harapan agar lembaga pendidikan tersebut dapat melahirkan calon pemimpin Indonesia pada 2045, disertai generasi yang memiliki pengetahuan luas dan mampu mengikuti jejak tokoh-tokoh besar, termasuk Rahmah El Yunusiyyah.
“Semoga Diniyyah Puteri ini ke depan bisa menjadi tempat lahirnya pemimpin-pemimpin kita pada 2045. Bisa melahirkan orang-orang berpengetahuan baik dan tokoh-tokoh hebat seperti Rahmah El Yunusiyyah,” ujarnya.
Harapan tersebut menempatkan pendidikan dan penguatan literasi sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan. Peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi teladan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival literasi juga berkaitan dengan upaya mengamalkan wahyu Allah SWT, yakni Iqra yang berarti bacalah.
Menurut Fauziah, membaca, menelaah, dan meneliti merupakan bagian mendasar dalam membangun tradisi keilmuan. Ketiga aktivitas tersebut menjadi fondasi untuk memperluas pengetahuan dan mendorong lahirnya generasi yang memiliki pemahaman luas.
Ia menegaskan bahwa kegiatan literasi tidak sekadar menjadi aktivitas pendidikan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk pengamalan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kebiasaan membaca dan meneliti, masyarakat diharapkan semakin menghargai ilmu pengetahuan sebagai dasar membangun peradaban.