properti

Survei: Emas dan Properti Dominasi Minat Investasi di Indonesia

Sabtu, 21 Juni 2025 | 12:58 WIB
Ilustrasi Investasi Emas dan Properti (Foto: Shutterstock via RRI)


Sumbardaily.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan keuangan pribadi, investasi semakin menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk menata masa depan yang lebih stabil. Emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan, masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu instrumen investasi yang paling diminati.





Untuk memahami lebih dalam karakteristik publik Indonesia dalam memilih produk investasi, Lembaga Survei KedaiKOPI melaksanakan survei nasional bertajuk Pola Penggunaan Produk Investasi. Survei tersebut dilakukan terhadap 900 responden dari berbagai kelompok usia dan wilayah tempat tinggal di Indonesia, menggunakan metode Computer Assisted Self Interview (CASI), pada periode 20 Februari hingga 2 Maret 2025.





Hasil survei menunjukkan bahwa investasi properti, seperti tanah dan rumah, menjadi yang paling diminati oleh responden dengan persentase mencapai 47,3 persen. Di posisi selanjutnya, emas perhiasan dan emas batangan juga menempati peringkat tinggi dengan tingkat ketertarikan masing-masing sebesar 44,4 persen.





Temuan ini memperlihatkan bahwa meski berbagai instrumen investasi baru terus bermunculan, masyarakat Indonesia tetap menjadikan properti dan emas sebagai pilihan utama. Alasannya antara lain karena dianggap aman, nilainya cenderung stabil, serta memiliki wujud fisik yang nyata.





Instrumen lain yang juga cukup menarik minat adalah saham dengan 32,4 persen responden menyatakan ketertarikan, seiring dengan kemajuan teknologi dan aplikasi investasi digital yang memudahkan pemula untuk mengakses pasar modal. Instrumen lain seperti deposito (29,5 persen), reksa dana (19,5 persen), dan obligasi (10,8 persen) juga memiliki tempat tersendiri dalam preferensi masyarakat.





Adapun instrumen yang belum begitu banyak dilirik adalah cryptocurrency (9,1 persen), koleksi barang mewah atau aset digital seperti NFT (7,1 persen), dan perdagangan valas atau forex (6,2 persen). Sementara itu, sebanyak 5,8 persen responden menyatakan masih ragu atau belum menentukan pilihan investasinya.





Risiko dan Kesalahan Umum dalam Investasi Emas





Meski digemari, investasi emas tetap memiliki risiko yang harus diwaspadai. Mengutip laporan Business Insider, terdapat sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan investor pemula saat menginvestasikan dananya ke dalam emas.


Halaman:

Tags

Terkini