Medali emas Juan akhirnya menjadi lebih dari sekadar pencapaian olahraga. Emas itu menjadi penanda penantian panjang gulat Sawahlunto sekaligus persembahan seorang anak kepada ayahnya yang telah berpulang.
Di usia yang baru 15 tahun, Juan sudah menghadapi pertandingan paling berat bukan hanya di atas matras. Ia bertanding dengan membawa duka, menuntaskan pesan terakhir sang ayah, lalu pulang membawa emas untuk Sawahlunto dan penghormatan terakhir bagi orang yang dicintainya. (*)