Haru Juan Bachdim, Raih Emas Pertama Gulat Sawahlunto Saat Sang Ayah Berpulang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 22:02 WIB
Tangis Juan Bachdim pecah bukan karena kalah di arena Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Atlet gulat kadet berusia 15 tahun asal Kota Sawahlunto itu justru menang dan mencetak sejarah, tetapi sesaat setelah pertandingan ia harus melihat jenazah ayahnya melalui layar ponsel. (Foto: Diskominfo Sawahlunto)
Tangis Juan Bachdim pecah bukan karena kalah di arena Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Atlet gulat kadet berusia 15 tahun asal Kota Sawahlunto itu justru menang dan mencetak sejarah, tetapi sesaat setelah pertandingan ia harus melihat jenazah ayahnya melalui layar ponsel. (Foto: Diskominfo Sawahlunto)


Sumbardaily.com - Tangis Juan Bachdim pecah bukan karena kalah di arena Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Atlet gulat kadet berusia 15 tahun asal Kota Sawahlunto itu justru menang dan mencetak sejarah, tetapi sesaat setelah pertandingan ia harus melihat jenazah ayahnya melalui layar ponsel.





Juan mempersembahkan medali emas pertama untuk cabang olahraga gulat Sawahlunto setelah penantian selama dua dekade. Kemenangan itu terasa semakin emosional karena sang ayah meninggal dunia tepat sebelum Juan menjalani pertandingan.





Kisah perjuangan Juan tersebut disampaikan melalui informasi Diskominfo Sawahlunto yang dikutip Jumat (9/10/2026). Demi menjaga konsentrasi sang atlet muda, kabar mengenai meninggalnya sang ayah sempat dirahasiakan dari Juan.





Sebelum bertanding, keluarga dan rombongan Sawahlunto mengetahui kondisi tersebut. Juan baru diberi tahu setelah melalui pertimbangan agar pikirannya tetap tertuju pada pertandingan yang harus dijalani.





Dengan kondisi hati yang berat, Juan tetap turun ke matras. Ia menuntaskan laga semifinal dan final dalam hitungan detik. Pesan terakhir sang ayah untuk memberikan yang terbaik menjadi pegangan Juan untuk tetap bertanding demi membawa nama Sawahlunto.





Namun, setelah pertandingan berakhir, emosi yang selama laga ditahan akhirnya tidak terbendung. Juan melakukan video call dengan keluarganya di kampung halaman. Dari layar ponsel, ia melihat jenazah ayahnya yang telah siap dimasukkan ke liang lahad.





Kemenangan yang seharusnya menjadi momen perayaan pun berubah menjadi suasana haru. Medali emas memang sudah berada di tangan Juan, tetapi pada saat bersamaan ia harus menerima kenyataan bahwa sang ayah telah pergi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Terpopuler

X