Dukungan dari tribun juga diharapkan dapat memperkuat semangat pemain untuk menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan. Persiraja ingin para pemain tetap menjaga konsentrasi dan bekerja keras sepanjang pertandingan.
Menurut Gidong, para pemain harus mampu mempertahankan fokus sejak pertandingan dimulai hingga peluit akhir. Persiapan menghadapi Semen Padang tidak cukup hanya dengan mengandalkan dukungan suporter, tetapi juga harus dibarengi kerja keras para pemain di lapangan.
“Kami meminta pemain untuk tetap fokus dan bekerja keras. Pertandingan ini penting, sehingga kami harus memberikan yang terbaik sejak menit pertama hingga pertandingan selesai,” katanya.
Laga Persiraja Banda Aceh kontra Semen Padang sekaligus menjadi pertandingan perdana kedua tim di arena Championship 2026/27. Karena itu, hasil pertandingan pembuka tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing tim untuk memulai perjalanan kompetisi dengan hasil yang diharapkan.
Bagi Persiraja, dukungan masyarakat Aceh diharapkan tidak berhenti sekadar memenuhi stadion. Semangat dari tribun diharapkan hadir sepanjang pertandingan dan menjadi tambahan tenaga bagi pemain yang berjuang menghadapi Kabau Sirah.
Persiraja juga berharap pertandingan tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali mempererat hubungan antara tim, suporter, dan masyarakat Aceh. Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk membangun dukungan terhadap perjuangan Laskar Rencong sepanjang kompetisi.
Dengan laga yang digelar di kandang sendiri, Persiraja memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan langsung dari masyarakat Aceh. Atmosfer Stadion H. Dimurthala pada Minggu malam pun diharapkan menjadi salah satu kekuatan yang membantu Persiraja menghadapi Semen Padang dalam laga pembuka Championship 2026/27. (*)