Kebersamaannya dengan Kabau Sirah berakhir pada penghujung Desember 2019. Setelah itu, Dedi melanjutkan karier dengan bergabung ke Borneo FC pada awal 2020.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut bersama Sriwijaya FC. Bahkan, Dedi sempat mencetak gol ketika menghadapi klub yang pernah dibelanya tersebut.
Dengan pengalaman berpindah dan memperkuat sejumlah klub, Dedi kini kembali menghadapi tantangan baru bersama Sumsel United. Selain berusaha mendapatkan kesempatan bermain, ia juga membawa tanggung jawab untuk membantu pemain muda memahami kehidupan sebagai pesepak bola profesional.
Menurut Dedi, karier panjang di sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ketika berada di lapangan. Kebiasaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan karier seorang pemain.
“Ada beberapa kunci yang saya pelajari selama menjalani karier di sepak bola Indonesia, salah satunya adalah profesional itu tidak hanya di lapangan. Dimulai dari sendiri seperti hidup teratur, istirahat yang cukup dan jangan begadang. Selain itu pola makan juga dijaga, terakhir juga harus mau menambah porsi latihan sendiri, jangan pernah merasa cukup atau di zona nyaman,” pungkasnya.
Bagi Dedi Hartono, bergabung dengan Sumsel United bukan sekadar melanjutkan karier sebagai pemain. Eks Semen Padang FC itu juga mendapat kesempatan untuk membagikan pengalaman kepada generasi muda sekaligus membantu tim mengejar target promosi pada Championship 2026/27.(*)