Langkah ini menjadi respons langsung manajemen terhadap persoalan administratif yang sempat muncul.
Penyelesaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan klub tetap berjalan secara profesional, khususnya dalam memenuhi hak-hak pemain yang menjadi bagian dari skuad.
Manajemen Semen Padang FC menjelaskan bahwa keterlambatan sebelumnya murni dipicu kendala teknis dalam proses verifikasi serta kelengkapan dokumen administrasi internal.
"Setelah persoalan tersebut teridentifikasi, koordinasi dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi tahapan yang menghambat pencairan hak pemain," kata Moulevey.
Penyelesaian kewajiban tersebut sekaligus menjadi momentum bagi manajemen untuk menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola klub.
Terlebih, katanya, Semen Padang FC sebelumnya juga telah melewati persoalan administratif lain yang berkaitan dengan kewajiban klub di tingkat internasional.
Salah satu rekam jejak yang disampaikan manajemen adalah keberhasilan Semen Padang FC menyelesaikan kewajiban hingga nama klub tersebut resmi dihapus dari daftar sanksi transfer ban FIFA.
"Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa manajemen memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan finansial dan administratif yang menjadi tanggung jawab klub," ujarnya.