Menurutnya, pertandingan harus dimanfaatkan sebagai proses pembentukan karakter dan mental atlet sekaligus menjadi bagian dari regenerasi taekwondo di Sumatera Barat.
"Kejuaraan ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan sarana mengasah mental bertanding dan melahirkan regenerasi atlet taekwondo Sumatera Barat yang tangguh, tangkas, dan berprestasi," tegasnya di hadapan para peserta dan official.
Ia mengatakan, kejuaraan merupakan bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Atlet pelajar dan mahasiswa yang tampil tidak hanya dinilai dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang dapat menjadi modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Pembinaan berkelanjutan menjadi penting untuk menjaga ritme prestasi taekwondo Sumbar di tingkat regional maupun nasional.
Karena itu, kompetisi dengan peserta lintas daerah menjadi sarana untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif.
Dengan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (23/8/2026), Open Kejuaraan Taekwondo Pelajar dan Mahasiswa "Road To Porprov 2026" diharapkan menjadi ruang bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mengembangkan mental bertanding. (*)