"Memang semenjak Semen Padang degradasi dari Liga 1 ke Liga 2, kami semua langsung berbenah. Suporter, manajemen, dan seluruh pecinta Semen Padang, semuanya tak ingin berlama-lama di Liga 2," kata Braditi Moulevey dalam siniar (podcast) di kanal YouTube bertajuk Bincang Bola, Selasa (14/7/2026).
Ia menegaskan target klub sudah ditetapkan sejak awal musim. "Kita telah menyiapkan target dan target kita insyaallah pada musim ini adalah juara dan kembali ke Liga 1," tegasnya.
Ambisi besar tersebut juga dibarengi dengan persiapan yang lebih awal dibandingkan banyak peserta Championship lainnya.
Skuad asuhan Nil Maizar diketahui telah menggelar latihan perdana sejak awal Juli 2026 sebagai bagian dari upaya membangun kekompakan tim sebelum kompetisi dimulai.
Persiapan dini itu dinilai penting karena Semen Padang FC akan menghadapi persaingan ketat di Grup Barat Championship 2026/2027.
Di grup tersebut, Kabau Sirah harus bersaing dengan PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, PSPS Pekanbaru, Sumsel United, Bekasi City, Persikad Depok, PSGC Ciamis, PSIS Semarang, serta Persiku Kudus.
Meski menyadari lawan-lawan yang akan dihadapi memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh, Braditi Moulevey menegaskan fokus utama manajemen bukanlah memantau perkembangan pesaing, melainkan memastikan tim sendiri berkembang sesuai target.
"Yang pasti, semua tim tentu akan berbenah, kita tidak mau mengukur atau melihat bagaimana persiapan lawan kita. Yang pasti kita hanya fokus di internal tim. Bagaimana tim Semen Padang bisa saling bekerja sama dengan baik sehingga bisa yakin dan lolos ke liga 1," ujarnya.