Hadapi Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026, Swiss Bidik Sejarah Baru

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 12 Juli 2026 | 07:33 WIB



Ia menyebut Argentina sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola, atau setidaknya yang terbaik pada era sekarang. Namun, menurutnya, pertandingan tersebut harus dinikmati sekaligus menjadi kesempatan bagi Swiss untuk menunjukkan kepada dunia bahwa negara dengan ukuran kecil juga mampu memberikan perlawanan sengit kepada raksasa sepak bola dunia.





Xhaka menilai Swiss harus tetap fokus memainkan sepak bola terbaik mereka, tanpa mempersoalkan apakah pertandingan berakhir dalam 90 menit, 120 menit, atau kembali ditentukan melalui adu penalti. Ia optimistis seluruh skuad akan siap menghadapi tekanan besar di laga tersebut.





Di sisi lain, perjalanan Argentina menuju babak perempat final juga tidak sepenuhnya mulus. Walaupun tampil meyakinkan pada fase grup, mereka harus bekerja keras ketika memasuki fase gugur.





Tanjung Verde mampu memaksa Argentina bermain dalam pertandingan yang ketat, sedangkan Mesir berhasil mengganggu aliran umpan La Albiceleste untuk waktu yang cukup lama. Kendati demikian, Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap mampu mengamankan tiket menuju delapan besar.





Melihat perjalanan tersebut, Swiss diperkirakan akan menggunakan pendekatan yang tidak jauh berbeda. Tim asuhan Murat Yakin diyakini kembali mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin untuk membatasi ruang gerak Argentina sekaligus mengganggu ritme permainan mereka.





Murat Yakin menegaskan bahwa kekuatan terbesar Swiss terletak pada kolektivitas tim. Menurut pelatih berusia 49 tahun itu, timnya memiliki organisasi pertahanan yang sangat solid dan telah membuktikannya melalui dua pertandingan terakhir dengan catatan clean sheet.





Selain bertahan dengan baik, Swiss juga percaya diri mampu memberikan ancaman melalui skema transisi cepat. Pendekatan tersebut menjadi salah satu senjata utama yang akan kembali dimaksimalkan ketika menghadapi Argentina.





Sepanjang turnamen, pertahanan disiplin Swiss ditambah penampilan impresif penjaga gawang Gregor Kobel menjadi fondasi keberhasilan tim. Hingga mencapai perempat final, Swiss baru kebobolan satu gol, sebuah catatan yang memperlihatkan kokohnya lini belakang mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:37 WIB
X