Latar belakang keluarga Porro juga membentuk karakter pekerja keras yang dimilikinya. Sang ibu, Eva, bekerja di sebuah supermarket, sedangkan ayahnya, Luis, menjalani berbagai jenis pekerjaan. Karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, masa kecil Porro lebih banyak dihabiskan bersama kakeknya dari pihak ibu, Antonio.
Moreno mengingat Antonio sebagai sosok yang selalu hadir mendampingi cucunya, baik ketika latihan maupun pertandingan, tanpa memedulikan cuaca.
Bahkan, sang kakek memiliki kebiasaan memberikan permen setiap kali Porro berhasil mencetak gol.
Selain memiliki kemampuan teknik yang menonjol, Moreno menilai mentalitas kompetitif menjadi pembeda terbesar Porro dibandingkan pemain seusianya.
Saat masih bermain sebagai penyerang sayap, Porro dikenal memiliki kecepatan, tendangan keras, serta kualitas individu yang sangat baik. Namun, yang paling membekas adalah semangat juangnya.
Moreno mengenang satu pertandingan ketika Porro mampu mencetak enam gol, tetapi tetap pulang dengan perasaan kecewa karena timnya kalah dengan skor 7-6.
Menurutnya, Porro selalu menuntut standar tinggi, bukan hanya kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada rekan-rekan setimnya.
Meski memiliki mental juara yang kuat, Porro dikenal sebagai sosok yang menyenangkan di luar lapangan.