Berawal dari umpan matang Leandro Trossard ke dalam kotak penalti, lini belakang Amerika Serikat kehilangan koordinasi. Nicolas Raskin kemudian mengirim bola melintang yang berhasil disontek Charles De Ketelaere untuk membawa Belgia unggul.
Belgia terus menguasai jalannya pertandingan. Namun keunggulan tersebut sempat sirna pada menit ke-31 ketika tendangan bebas Malik Tillman berubah arah sehingga mengecoh Thibaut Courtois dan membuat skor kembali imbang.
Meski demikian, kedudukan 1-1 tidak bertahan lama. Hanya berselang 116 detik, Belgia kembali memimpin. Umpan silang Leandro Trossard dari sisi kiri disambut sundulan Charles De Ketelaere yang sukses mencetak gol keduanya pada pertandingan tersebut.
Memasuki babak kedua, tekanan Belgia tidak mengendur. Menjelang satu jam pertandingan berlangsung, kesalahan di lini belakang Amerika Serikat menjadi awal lahirnya gol ketiga Red Devils.
Matt Freese keluar dari kotak penalti dengan maksud menyapu bola, tetapi gagal melakukan kontak. Charles De Ketelaere kemudian merebut bola sebelum Hans Vanaken melepaskan tembakan jarak jauh yang tidak mampu dihalau Tim Ream, sehingga bola meluncur ke gawang kosong.
Tertinggal dua gol, Amerika Serikat berusaha bangkit pada menit-menit akhir. Peluang sempat hadir melalui pemain pengganti Sebastian Berhalter, tetapi tembakannya masih melebar dari sasaran.
Kesempatan lain diperoleh Folarin Balogun, namun dua peluang emasnya berhasil digagalkan oleh penampilan impresif Thibaut Courtois di bawah mistar gawang Belgia.
Ketika tuan rumah mencoba mengejar ketertinggalan, Belgia justru menambah keunggulan pada masa injury time. Romelu Lukaku, yang masuk sebagai pemain pengganti, menunjukkan kualitasnya melalui aksi individu sebelum menuntaskannya dengan penyelesaian akhir yang brilian untuk memastikan kemenangan 4-1.