Menurutnya, karakter pemain Portugal yang banyak ditempa di liga-liga elite Eropa membuat mereka memiliki mental bertanding yang kuat ketika tampil di turnamen besar.
Ia mengakui perjalanan Portugal menuju tangga juara tidak akan mudah. Namun, tim tersebut dinilai memiliki kedalaman skuad yang cukup merata sehingga mampu bersaing menghadapi siapa pun.
Ujian pertama Portugal di fase gugur datang dari rival sekawasan, Spanyol. Duel bertajuk Iberian Derby itu diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Portugal melaju ke fase ini setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor 2-1 melalui pertandingan yang berlangsung dramatis.
Di sisi lain, Spanyol tampil lebih meyakinkan usai mengalahkan Austria 3-0 dan bahkan belum kebobolan sepanjang turnamen hingga menjelang pertandingan ini.
Meski banyak pengamat menempatkan Spanyol sebagai favorit berkat performa yang lebih konsisten, Braditi Moulevey tetap percaya Portugal mampu memberikan kejutan.
"Sepak bola bukan hanya soal statistik. Portugal punya mental bertanding yang kuat. Pada pertandingan besar, pengalaman sering menjadi faktor penentu. Saya optimistis Portugal bisa melewati Spanyol dan terus melangkah hingga menjadi juara dunia," katanya.
Laga Portugal melawan Spanyol juga mempertemukan dua generasi berbeda. Di satu sisi terdapat Cristiano Ronaldo yang masih menjadi ikon sepak bola Portugal, sementara Spanyol mengandalkan generasi baru dengan permainan kolektif yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik sepanjang turnamen.