"Semua ini berkat persiapan. Saya telah melakukan riset. Saya bekerja erat dengan pelatih mental saya, yang merupakan pakar dalam hal ini, serta para analis dan pelatih kiper kami. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga saya ucapkan kepada mereka semua."
Ia pun mengaku momen terbaik bukan ketika berhasil menepis penalti, melainkan saat peluit panjang dibunyikan sebagai penanda kemenangan Norwegia.
"Rasanya luar biasa bisa menepisnya dan menjaga peluang kami dalam pertandingan. Sangat menyenangkan bisa menjadi bagian dari kemenangan ini. Namun, perasaan terbaik adalah saat peluit panjang berbunyi!" katanya sambil tertawa.
Sementara itu, kemenangan Norwegia juga tidak lepas dari ketajaman Erling Haaland. Penyerang asal wilayah paling utara Norwegia tersebut mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-1 atas Brasil.
Dua gol itu membuat Haaland mencatat pencapaian istimewa. Ia menjadi pemain pria pertama sejak Gerd Muller dari Jerman Barat pada Piala Dunia Meksiko 1970 yang mampu mengoleksi tujuh gol dalam empat penampilan pertamanya di ajang Piala Dunia.
Menanggapi performanya, Haaland mengaku selalu percaya peluang akan datang dalam setiap pertandingan.
"Begitulah biasanya yang terjadi. Jika saya mendapatkan satu atau dua peluang, biasanya itu akan menjadi gol. Saya tidak tahu bagaimana caranya, tetapi begitulah saya melakukannya."