Kesuksesan yang diraih Duen tidak datang secara instan. Sebelum bergabung dengan Harapan Putra Pekanbaru, kemampuan sepak bolanya telah ditempa sejak usia dini di SSB Mandala Payakumbuh. Di bawah bimbingan Coach Buyun dan Coach Edo, Duen mendapatkan pembinaan teknik dan karakter yang menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya. Kedua pelatih tersebut dikenal konsisten membina bibit-bibit pesepak bola muda di Kota Payakumbuh.
Di balik keberhasilan itu, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang mengiringi perkembangan Duen. Ayahnya, Berry Irawan, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian putranya. Menurutnya, keluarga selama ini tidak pernah memberikan tekanan kepada Duen untuk menjadi atlet berprestasi, melainkan hanya berusaha menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sejak usia dini.
"Kami hanya mendidik anak kami untuk menjadi anak yang mencintai olahraga. Namun, anak kami bisa memberikan hal yang luar biasa untuk semua orang yang menyayanginya," ujar Berry Irawan, dalam keterangannya dikutip Jumat (3/7/2026).
Prestasi yang diraih Duen tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi sekolah, para pelatih, klub, serta masyarakat Kota Payakumbuh. Keberhasilan seorang putra daerah menjadi juara pada ajang nasional menunjukkan bahwa talenta-talenta muda dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di level tertinggi apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak.
Di usianya yang masih sangat muda, perjalanan sepak bola Duen masih terbuka lebar. Pengalaman menjadi kapten sekaligus membawa tim meraih gelar juara nasional menjadi modal berharga untuk terus mengembangkan kemampuan di masa mendatang.
Ke depan, Duen diharapkan mampu terus menjaga semangat, disiplin, dan kerja keras sehingga dapat berkembang menjadi pesepak bola yang mampu mengharumkan nama Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, bahkan Indonesia di level yang lebih tinggi.
Prestasi yang diraih dalam Piala Dunia Anak Indonesia U-9 juga menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat dimulai dari pembinaan di tingkat akar rumput. Lapangan-lapangan tempat anak-anak berlatih, dukungan keluarga, pembinaan yang konsisten, dan ketekunan menjadi fondasi lahirnya generasi pesepak bola muda yang siap membawa nama bangsa menuju prestasi yang lebih tinggi.
Dengan capaian tersebut, Duen menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan pembinaan sejak usia dini mampu melahirkan atlet muda berprestasi yang mengharumkan daerah di panggung nasional. (*)