Pengalaman panjang tersebut membuat STY merasa cukup memahami kultur sepak bola Indonesia. Bahkan, ia mengaku memiliki kesan positif terhadap Persija sejak masih bertugas bersama Timnas Indonesia.
“Saya sudah lama berada di Indonesia selama lima tahun, jadi saya cukup mengenal Persija. Waktu itu saya merasakan bahwa Persija Jakarta adalah tim terbaik di Indonesia,” tuturnya.
Penilaian itu menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinannya untuk menerima tawaran dari klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Dengan pengalaman yang dimiliki, STY merasa memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan baru bersama Persija.
Meski demikian, STY menyadari bahwa persaingan di Liga 1 Indonesia tidak akan mudah. Sejumlah klub kuat seperti PSM Makassar, Borneo FC, dan Bali United menjadi pesaing yang harus dihadapi dalam perebutan prestasi.
Kendati kompetisi berlangsung ketat, STY tetap menunjukkan optimisme tinggi. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dan pertemuan dengan manajemen Persija memberikan keyakinan bahwa klub ini memiliki visi yang sejalan dengan dirinya.
Kepercayaan tersebut membuatnya mantap menerima tanggung jawab sebagai pelatih baru Persija. Ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi perkembangan sepak bola Indonesia secara umum.
“Saya ingin menantang diri saya di Liga 1 Indonesia. Saya ingin membantu perkembangan tim ini, baik dari segi prestasi, sistem permainan, hingga kontribusi nyata untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” kata STY.
Dengan kontrak berdurasi tiga tahun yang telah disepakati, Persija Jakarta kini menaruh harapan besar kepada STY untuk membawa Macan Kemayoran tampil lebih kompetitif. Ambisi membangun sistem permainan yang lebih baik dan meningkatkan prestasi tim menjadi target yang ingin diwujudkan dalam periode kepemimpinannya bersama klub ibu kota tersebut. (*)