Meski kini dipercaya menempati posisi strategis di jajaran manajemen Semen Padang FC, Denny tetap memosisikan dirinya sebagai sosok yang lebih nyaman bekerja di balik layar. Ia mengaku tidak pernah mengejar sorotan publik dan lebih menikmati proses membantu orang lain meraih kesuksesan.
"Sebagai penutup, perkenalkan, saya Denny Shulton. Saya sejatinya hanyalah seorang pekerja yang lebih nyaman berdiri di belakang layar. Saat saya melihat semua orang yang berada di atas panggung itu tersenyum lepas dan bahagia, maka saya pun akan ikut tersenyum," tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan filosofi kerja yang ingin dibawanya ke Semen Padang FC. Denny menilai keberhasilan sebuah klub tidak dibangun oleh satu individu, melainkan melalui kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, salah satu pesan pertama yang ia sampaikan setelah menerima amanah sebagai General Manager adalah ajakan untuk memperkuat kebersamaan. Ia berharap seluruh elemen sepak bola di Sumatera Barat dapat bersatu mendukung perjalanan Semen Padang FC.
Menurutnya, dukungan dari masyarakat, suporter, pemain, dan manajemen menjadi modal penting untuk membawa Kabau Sirah kembali ke jalur prestasi dan kejayaan.
"Untuk seluruh warga Sumatera Barat dan tentunya para pendukung setia laskar Kabau Sirah di mana pun berada, saya dengan segala kerendahan hati memohon dukungan penuh, kawalan yang tiada henti, dan tentunya panjatan doa tulus dari kalian semua ya. Mari kita rapatkan barisan, berjuang bersama-sama, dan kita bawa pulang kembali takhta kejayaan serta masa keemasan itu ke tanah kebanggaan kita, Padang!" tutup Denny.
Keputusan Denny Shulton menolak tawaran dari klub Liga 1 dan memilih bergabung dengan Semen Padang FC menjadi bukti bahwa pertimbangan karier tidak selalu ditentukan oleh besarnya kompetisi atau sorotan publik.