“Tidak ada kendala, hanya adaptasi lapangan. Anak-anak harus lebih cepat menyesuaikan diri. Tapi sebenarnya ini bukan masalah besar karena kami bermain di lapangan yang sama dengan lawan,” ujar Dian, dikutip Minggu (31/5/2026).
Selain itu, pelatih PSPP Padang Panjang tersebut juga menyoroti efektivitas permainan yang ditunjukkan Wahana FC. Menurutnya, lawan mampu memanfaatkan peluang yang tersedia dengan lebih baik dibandingkan timnya.
“Wahana hari ini lebih efektif. Ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk laga selanjutnya,” katanya.
Meski kecewa dengan hasil akhir pertandingan, Dian tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang laga. Bermain dalam kondisi cuaca panas tidak mengurangi determinasi para pemain untuk terus berusaha hingga menit terakhir.
“Semua pemain sudah bekerja keras dari awal sampai akhir pertandingan. Hasil ini tentu akan kami evaluasi,” lanjutnya.
Kekalahan pada pertandingan pertama membuat PSPP Padang Panjang sementara tertahan di posisi ketiga klasemen Grup D tanpa poin. Kondisi serupa juga dialami Sylva FC yang turut menelan kekalahan pada laga lainnya.
Sementara itu, Wahana FC Pekanbaru dan Persibangga Purbalingga berhasil menguasai papan atas klasemen Grup D setelah sama-sama mengoleksi tiga poin dari pertandingan perdana mereka.