“Akan tetapi memang yang menjadi beban adalah bahwa tim ini positif degradasi, kemudian mental pemain pasca melawan Persebaya sangat berat untuk bangkit,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat tim pelatih dan manajemen harus bekerja ekstra untuk menjaga semangat pemain menjelang pertandingan terakhir musim ini.
Manajemen berharap seluruh pemain tetap tampil profesional dan menunjukkan kualitas terbaik mereka di hadapan Persija Jakarta.
“Akan tetapi, dari Tim Pelatih dan Manajemen terus mencoba memberikan motivasi kepada seluruh pemain agar mereka bisa bermain lepas hari ini, karena mereka sebagai pemain bola profesional, tentunya pertandingan hari ini merupakan pertandingan yang bisa menjadi perhatian bagi klub-klub lain jika mereka bisa bermain bagus,” katanya.
Menurutnya, laga kontra Persija tetap memiliki arti penting bagi karir para pemain. Karena itu, seluruh skuad diminta bermain tanpa tekanan demi menampilkan performa terbaik.
“Tentu kita berharap kepada seluruh pemain yang bermain hari ini bisa bermain dengan baik, melihatkan gaya bermain lebih bagus dan meningkatkan karir mereka lebih baik,” ujar Levi.
Meski harus menerima kenyataan turun ke Liga 2, manajemen Semen Padang FC tetap berupaya menjaga optimisme untuk musim mendatang. Harapan besar disampaikan agar Kabau Sirah bisa segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Jadi kami dari manajemen mengharapkan mereka bisa bermain lepas pada sore hari ini dan juga kami dari manajemen mengharapkan doa dari seluruh suporter serta masyarakat Minang di manapun berada, bahwa ini adalah pertandingan terakhir kita di Liga 1 musim ini, dan tentunya kita berharap ke depan kita akan memperbaiki dan membuat Semen Padang FC lebih baik lagi setelah di Liga 2 selama satu musim dan ke depan kita bermain lagi di Liga 1,” tutupnya.