“Kami dari manajemen mengharapkan kepada jajaran pelatih serta pemain untuk bisa fokus memenangkan pertandingan, kita berharap supaya pertandingan melawan PSIM Yogyakarta itu bisa menang dan mendapatkan poin penuh," ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut.
Braditi Moulevey juga menekankan bahwa harapan tidak hanya datang dari internal tim, melainkan juga dari suporter serta masyarakat Sumatera Barat yang tak ingin melihat Kabau Sirah terdegradasi ke Liga 2.
“Tentunya laga ini juga menjadi harapan bagi seluruh suporter dan masyarakat Sumatera Barat di manapun berada tidak ingin melihat tim kebanggaan Ranah Minang ini terdegradasi ke Liga 2," katanya.
“Tentunya, harapan kita tertumpu kepada ke seluruh pemain dan pelatih untuk bisa memaksimalkan dan fokus meraih kemenangan pada pertandingan esok hari," sambung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut.
Secara statistik, situasi tak sepenuhnya berpihak kepada Semen Padang FC. Berdasarkan data Aiscore, sejak 2024 kedua tim telah bertemu tiga kali.
Hasilnya, Kabau Sirah belum sekalipun meraih kemenangan. Dari tiga pertemuan itu, Semen Padang FC hanya mampu mencatatkan dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Sebaliknya, PSIM Yogyakarta mengantongi satu kemenangan dan dua kali seri. Total gol yang tercipta dalam tiga laga tersebut hanya tiga gol, dengan rincian Semen Padang FC mencetak satu gol, sementara PSIM dua gol.
Jika ditinjau dari lokasi pertandingan, Stadion Haji Agus Salim baru sekali menjadi arena pertemuan kedua tim dan berakhir imbang. Adapun dua laga lain digelar di Stadion Mandala Krida, dengan catatan satu kemenangan untuk PSIM dan satu hasil seri.