Namun, hasil yang diraih belum sesuai harapan. Dari 15 pertandingan yang telah dijalani bersama Semen Padang FC, Dejan Antonic hanya mampu mencatatkan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, sementara sembilan laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Dengan capaian tersebut, eks pelatih Persib Bandung itu baru mengumpulkan 12 poin sejak menangani Kabau Sirah. Statistik tersebut menjadi sorotan tajam di tengah situasi tim yang masih terperosok di papan bawah klasemen.
Tantangan yang dihadapi Dejan Antonic semakin berat karena PSIM Yogyakarta bukan lawan yang mudah. Tim berjuluk Laskar Mataram itu saat ini bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan raihan 33 poin dari 22 pertandingan.
Kondisi ini membuat duel di Stadion Haji Agus Salim diprediksi berlangsung krusial. Bagi Semen Padang FC, kemenangan bukan hanya penting untuk memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League 2025/2026, tetapi juga menjadi penentu nasib sang pelatih di kursi kepelatihan Kabau Sirah. (pooke)