Dejan menyebut jarak poin yang kini hanya dua angka dari zona aman menjadi indikator adanya peningkatan performa tim yang baru terbentuk sekitar satu bulan tersebut.
“Saya rasa tim ini, terutama lini serang, sudah ada peningkatan. Di putaran pertama jarak poin kami dengan zona aman sangat jauh, tapi sekarang sudah tinggal berjarak dua poin saja. Kalau ditanya progres, sedikit banyaknya pasti ada,” katanya.
Menghadapi Malut United yang tengah bersaing di papan atas, Semen Padang FC dipastikan tidak akan menjalani laga mudah.
Namun dengan suntikan optimisme dari jajaran direksi dan komisaris, serta kabar positif mengenai kesiapan Kazaki Nakagawa, Kabau Sirah membawa semangat baru.
Bagi Semen Padang FC, pertandingan ini bukan hanya soal angka di papan klasemen. Lebih dari itu, laga di Stadion Haji Agus Salim menjadi pertaruhan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional musim 2025/2026.
Jika tiga poin berhasil diamankan, peluang keluar dari zona degradasi akan terbuka lebar dan menjadi fondasi kebangkitan Kabau Sirah di sisa kompetisi. (red)