“Semoga anak-anak yang tampil di turnamen ini bisa menjadi cikal bakal pemain Semen Padang FC dan juga Tim Nasional Indonesia ke depannya,” ujarnya.
Sorotan khusus datang dari Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, yang menilai Andre Rosiade Cup I bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memetakan potensi pesepak bola usia dini.
Menurutnya, kompetisi yang terstruktur menjadi jembatan awal menuju jenjang pembinaan berikutnya.
“Ini adalah ajang pembuktian bagi bibit sepak bola usia muda untuk menuju jenjang selanjutnya. Dari sini bisa terlihat potensi yang memang layak untuk terus dibina,” katanya.
Pria yang akrab disapa Levi itu mengatakan, pembinaan usia dini membutuhkan ruang kompetisi yang konsisten agar potensi pemain tidak terputus di tengah jalan.
Ia menilai turnamen seperti Andre Rosiade Cup mampu menjadi wadah seleksi alami, sekaligus sarana pembelajaran mental bertanding bagi anak-anak.
Selain memperebutkan gelar juara, Andre Rosiade Cup I juga memberikan penghargaan individu sebagai bentuk apresiasi atas performa pemain muda di lapangan.
Penghargaan tersebut mencakup top skor, pemain terbaik, kiper terbaik, hingga tim fair play dari masing-masing kelompok usia.