Ajang Pembinaan dan Pemersatu
Dalam penutupan turnamen, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan untuk meraih trofi, melainkan wadah pembinaan karakter, sportivitas, dan mental juara bagi generasi muda.
“Turnamen ini bukan hanya tentang memenangkan piala, tapi tentang menumbuhkan semangat dan karakter juara. Selamat kepada seluruh tim, terutama para pemenang, atas kerja keras dan dedikasi mereka. Kita berharap talenta-talenta muda ini kelak menjadi bagian dari tim nasional Indonesia,” ujar Yota.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas di Kota Pariaman membuktikan bahwa daerah ini mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi kegiatan olahraga berskala nasional. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung pembinaan sepak bola usia dini sebagai investasi masa depan olahraga di Sumatera Barat (Sumbar).
“Kami berencana melanjutkan turnamen seperti ini untuk kelompok umur lainnya, agar semakin banyak bibit unggul yang bisa mengharumkan nama daerah di level nasional,” ujarnya.
Dikuti 66 Tim dari 4 Provinsi
Sementara itu, anggota Asosiasi Provinsi PSSI Sumbar, Yulius Dede, mengungkapkan bahwa Kejurnas Sepak Bola KU-12 Piala Wali Kota Pariaman 2025 diikuti oleh 66 tim SSB dari empat provinsi, yaitu Sumatera Barat, Riau, Asahan, dan Lampung.
Menurutnya, kompetisi ini melibatkan total 268 pertandingan yang berlangsung sejak 7 hingga 9 Oktober 2025. Ajang ini menjadi bukti bahwa sepak bola usia dini terus berkembang dan mendapatkan perhatian besar dari berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui Kejurnas ini, kita melihat semangat luar biasa dari para pemain muda. Mereka bermain dengan disiplin, semangat juang tinggi, dan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Yulius.
Ia berharap Kejurnas KU-12 dapat terus menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun di berbagai daerah, termasuk Pariaman, untuk memperkuat jaringan pembinaan sepak bola nasional.